-->

GUA MARIA LAWANGSIH KULON PROGO

GUA MARIA LAWANGSIH KULON PROGO

Gua Maria Lawangsih  merupakan sebuah tempat wisata rohani di Jogja yang terletak kurang lebih 40 kilometer arah barat dari kota Yogyakarta tepatnya di  wilayah kabupaten Kulon Progo. Lokasinya tidak jauh dari lokasi jiarah Gua Maria Jatiningsih dan Gua Maria Lourdes Sendangsono.
Kekhasan Gua Maria Lawangsih yakni merupakan gua alam kedua di Keuskupan Agung Semarang setelah Gua Maria Tritis Wonosari, Gunungkidul. Suasana alam yang masih alami, jauh dari keramaian kota ditambah suara gemericik air, kicauan burung, tiupan angin, udara yang segar membuat tempat ini menjadi salah satu tempat doa yang saat ini cukup favorit bagi para pejiarah.

rahan umat Katolik. Akhirnya, Goa Lawa diberi nama baru: GOA MARIA LAWANGSIH.

 

Sejarah Gua Maria Lawangsih

Gua Maria Lawangsih merupakan Gua Maria yang awalnya merupakan sebuah gua Lawa/keleawar karena dihuni banyak kelelawar.

Awalnya dibangun menjadi tempat wisata rohani, pada tahun 1990-anp Gua Lawa sempat menjadi oleh Muda-Mudi Stasi Pelem Dukuh untuk lokasi memulai berdoa Perlintasan Salib.


Setelah dihibahkan oleh keluarga T. Supino kepada Gereja pada bulan Juli 2008, atas inisiatif Romo Paroki Santa Perawan Maria Tak Bernoda Nanggulan Romo Ignatius Slamet Riyanto, Pr, mulai dilakukan pembangunan Gua Maria Lawangsih untuk dijadikan lokasi berdoa (Panti Sembahyang). Pada awalnya Romo Ignatius Slamet Riyanto, Pr hanya berhasrat menjadikan lokasi yang awalnya “dianggap keramat” oleh masyarakat sekitar untuk dijadikan sebagai tempat yang nyaman untuk berdoa bagi umat sekitarnya. Seiring berjalannya waktu, banyak peziarah yang datang dari luar kota seperti Bandung, Surabaya, Lampung, Jakarta, Semarang dan kota-kota lainnya bahkan peziarah dari luar negeri seperti Belanda, Perancis dan Australia.

Makna Lawang dalam Bahasa Jawa berarti pintu, gapura atau gerbang. kemudian kata sih (asih) manfaatnya kasih sayang, cinta, berkat, rahmat. Sehingga makna secara rohani, Lawangsih menunjuk makna Bunda Maria untuk gerbang surga, pintu berkat. Dalam keyakinan kita, Bunda Maria adalah perantara kita kepada Yesus (per Maria ad Jesum), Putranya yang telah menebus dosa manusia dan membawa pada kehidupan abadi.

Arsitektur

Arsitektur pada Kapel sangat menarik dengan batu-batu alami di sisi barat Kapel, dan tetap mempertahankan bentuk alami batu kapur tanpa tembok sesuai anjuran Romo YB. Mangunwijaya (Almrhum) yang dikenal sebagai arsitek handal. Pada sisi balik Altar dihiasi dengan lukisan-lukisan Gunungan Wayang yang menggambarkan Kerajaan Surga, lukisan Rusa dengan hamparan rumput yang lapang menghijau juga terpampang di sebelah kiri altar, di balik patung Bunda Maria. Di atas sana terpampang gambar lima roti dan dua ikan, yang melambangkan makna berbagi untuk ungkapan dan perwujudan iman umat.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2011-2022 JURUGAN INFO | All Right Reserved