PELUANG USAHA BUDIDAYA JAMUR KUPING

PELUANG USAHA BUDIDAYA JAMUR KUPING

Usaha Budidaya Jamur Kuping

Jamur kuping menawarkan keuntungan cukup besar bagi pengusahanya asalkan mampu membidik pasar konsumen akhir dan mengatasi hama krepes.

Jamur kuping (Auricularia auricula) terbilang kelas menengah bila ditinjau dari nilai ekonomisnya. Harga pasarannya, menurut Desianto FW, petani di kota Semarang, Jateng, “Di tingkat pengepul sekitar Rp35.000 per kilo kering, sedangkan di tingkat end user dapat mencapai Rp60.000—Rp80.000,” ungkap Desianto yang berskala usaha 1.000 baglog. Harga jauh lebih tinggi terjadi di tingkat konsumen di Bali, Rp130.000/kg. Satu kilo kering dibuat dari 3,5—4 kg jamur segar. Sementara harga pasaran jamur segar antara Rp9.000—Rp13.000/kg.

Lain lagi informasi harga dari M. Sumedi Purbo, Direktur Sanggar Tani “Media Agro Merapi” yang memproduksi bibit dan pelatihan jamur di Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. “Harganya yang kering stabil mencapai Rp33.000—Rp34.000/kg dan menjelang Idul Fitri bisa sampai Rp36.000/kg. Sedangkan yang segar harganya Rp5.300—Rp5.800/kg,” paparnya. Menurut dia, satu kilo jamur kuping kering diproduksi dari sekitar 5—6 kg jamur segar.

Pemasaran
Menurut Sumedi, sebenarnya jamur kuping laku dijual di pasar domestik maupun ekspor. Menjelang tahun 2000, pelaku bisnis di Sleman sempat mengekspor jamur kuping kering ke Taiwan sebesar 10 ton/minggu yang dipasok oleh 300—400 petani. Namun sayang, akibat tidak mampu memenuhi kuota akhirnya ekspor itu pun terhenti.

(Sumber:  http://korannias.wordpress.com/2007/11/09/mengintip-usaha-budidaya-jamur-kuping/)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2011-2020 JURUGAN INFO | All Right Reserved