-->

SAKIT KEPALA. PRIMER ATAU SEKUNDER?

SAKIT KEPALA. PRIMER ATAU SEKUNDER?

Boleh dipercaya, hanya sedikit orang yang belum pernah merasakan derita sakit kepala. Setidaknya, sekali dalam seumur hidup pasti mengalaminya.

Masalahnya, orang kadang tidak bisa secara tepat mengenali rasa sakit di kepala berikut istilahnya. Padahal itu diperlukan untuk pengobatan dan pencegahan agar biang penyakitnya tak singgah lagi.
Suatu kali, seorang pasien pria datang berobat ke dokter spesialis saraf di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta. Wajahnya muram, dahinya berkerut, gerak tubuhnya seolah seperti orang yang sudah enggan tinggal di dunia lagi. “Saya sering banget pusing, dok. Kayaknya hampir setiap hari," keluhnya.

“Bagaimana rasanya?” tanya dokter.

Sulit diterangkan, dok. Kadang seperti dipukul-pukul palu. Pernah seperti berputar-putar. Kadang cuma nyeri biasa di kepala sebelah kanan. Bisa siang, bisa malam. Sering juga rasanya mual terus mau muntah,” terang pasien tentang penderitaan yang sebulan dirasakannya.

Kini giliran alis dokter itu yang berkernyit. Kalau betul seperti itu, ini mah, sakit kepala kuadrat, pikirnya.

Banyak betul keluhan yang dikemukakan, hingga sulit didiagnosis penyakit dan penyebabnya. Dokter itu pun kemudian bertanya lebih detail. Ternyata, penyebabnya hanyalah stres gara-gara pekerjaan. Ketika diberi sedikit nasihat dan obat, rasa sakitnya bisa berangsur lenyap.

Harap maklum, jika omongan pasien tadi terdengar kacau. Selain karena sedang merasa cekot-cekot, rasa sakit di kepala juga bersifat subjektif. Bagi seseorang, rasa sakitnya mungkin seperti “dipukuli palu”, tapi buat orang lain pada kasus yang sama, rasanya seperti nyeri dan agak berputar. Atau kali lain, seseorang mengaku diserang migren, padahal sebenarnya sedang “pusing” karena terus teringat soal utang yang menumpuk.

Karena itu, pada saat diagnosis, dokter harus sabar dan jeli menangkap maksud keluhan pasien, agar bisa mengenali penyebab sakitnya. Pasien sering rancu dalam menyebutkan keluhannya, sebab tidak bisa membedakan apakah ia sedang sakit kepala, pusing, migren, atau mengalami vertigo.

Jenisnya ringan saja

* Sakit kepala boleh dikata keluhan biasa yang akibatnya bisa terasa “luar biasa”.

Bermacam gangguan di tubuh bisa menimbulkan rasa nyeri di kepala, migren, atau vertigo. Bahkan hampir semua penyakit infeksi, baik oleh virus ataupun bakteri, selalu disertai keluhan tubuh bagian atas ini.

Meski banyak macamnya, sakit kepala sebenarnya bisa dibagi dua: sakit kepala primer dan sekunder.

Pada sakit kepala primer tidak jelas ditemukan adanya kelainan di kepala, sedangkan sakit kepala sekunder sebagai akibat adanya kelainan fisiologis di otak. Keduanya berefek nyaris sama, padahal penyebabnya sangat berlainan.

Termasuk sakit kepala golongan primer yaitu sakit kepala sebelah (migren) atau sakit kepala mengelompok. Sedangkan golongan sekunder adalah rasa sakit akibat gangguan-gangguan tubuh yang bisa membuat bergidik orang yang mendengarnya. Misalnya seperti kerusakan jaringan dalam rongga tengkorak, akibat benturan di kepala, tumor, kekurangan oksigen di jaringan otak, atau sekunder terhadap penyakit lain seperti penyakit di mata, rongga hidung, tenggorokan, gigi, telinga, dan tulang leher.

Namun, jangan terlalu khawatir! Kebanyakan sakit kepala yang umum dirasakan banyak orang hanyalah jenis yang ringan-ringan saja. Misalnya, gara-gara kelelahan, stres, atau kurang tidur. Jika kasusnya seperti ini, sebaiknya jangan terlalu mudah menenggak obat. Cukup menenangkan diri sejenak dan menjauhi sumber masalah, maka rasa sakitnya akan mereda. Bisa juga dengan beristirahat (tidur) di ruangan yang tenang atau gelap, dalam satu dua jam, tubuh akan segar kembali. Atau mengompresnya dengan air hangat atau dingin.

Sejauh ini, dr. Harry Hartono, Sp.S., spesialis saraf dari RS Santo Carolus Jakarta, banyak mendapati pasiennya mengeluh pusing. Padahal setelah digali lebih dalam, nyeri yang diderita itu akibat tekanan kehidupan sehari-hari seperti pekerjaan, masalah rumah tangga, kesemerawutan kota, dll.

“Kita harus pinter-pinter mencari cara untuk menyikapi sesuatu secara lebih santai. Jangan dibawa tegang terus. Inilah konsekuensi hidup di kota besar,” kata Harry.

Selain tekanan ala orang kota itu, ada faktor-faktor lain yang bisa membuat kepala ngeliyeng, misalnya makanan. Makanan berlemak tinggi, bergula tinggi, atau kurang variasi karbohidrat bisa menjadi penyebab sakit kepala. Kadangkala makanan ini dikaitkan dengan kegemukan, di mana terjadi peningkatan asam lemak yang beredar dalam darah.

Orang-orang tertentu juga bisa sakit kepala karena mengonsumsi makanan diragikan atau diawetkan, snack kentang dalam kotak, daging olahan atau mengandung nitrit, serta penyedap rasa monosodium glutamat (MSG). Diduga, setelah makanan itu masuk perut, beberapa menit kemudian pembuluh darah akan menyempit. Nah, ketika pembuluh darah mengembang kembali, rasa sakitnya akan terasa.

Teh, kopi, atau minuman ringan yang mengandung kafein juga bisa menyempitkan rongga pembuluh darah yang jadi penyebab sakit kepala. Kafein memang bisa dijadikan obat sakit kepala akibat “belum ngopi” di pagi hari. Namun, jika berlebihan, kafein dalam kopi, teh, atau minuman suplemen akan meningkatkan kadar asam lemak dalam darah. Akibatnya, sel-sel pembeku darah menggumpal dan serotonin darah menurun. Sekadar catatan, serotonin merupakan zat kimia dalam otak yang mengendalikan emosi sekaligus selera makan.

Rasa nyeri bisa pula dicetuskan dari obat-obatan seperti pil KB, obat antirasa sakit, indometasin pada nyeri sendi, cimetidine pada pengobatan maag, nifedipin pada antihipertensi, nitrogliserin pada jantung koroner, serta obat anti-hipertensi yang mengandung reserpin. “Katakan saja jika sedang mengonsumsinya, nanti dokter yang akan memutuskan apakah obat—obatan itu bisa diteruskan atau tidak,” pesan Harry.

Makin tua makin jarang

* Selain sakit kepala, ada pula jenis sakit di kepala yang disebut migren. Ini golongan sakit kepala spesifik yang biasanya terjadi di satu sisi kepala, sebelah kiri saja atau kanan saja.

Banyak orang yang merasa dirinya terkena migren, padahal belum tentu. Ciri yang gampang dikenali, migren akan terasa semakin parah jika tubuh terus digunakan beraktivitas. Karena itu, begitu ada serangan, segeralah beristirahat.

Penyebab migren sendiri belum diketahui. Ada yang menyatakan, gangguan kimia elektrik di satu daerah di otak karena gangguan aliran darah ke jaringan otak. Ada juga yang menyatakan, terjadi perubahan pada pembuluh darah nadi di dalam jaringan otak atau kulit kepala. Namun, belum bisa dipastikan akibat penyempitan atau justru pelebaran. Makium, bidang saraf memang masih banyak menyimpan misteri.

Migren bisa disebut penyakitnya orang muda, karena rata-rata penderitanya berusia 10 - 40 tahun. Setelah di atas usia 50 tahun, intensitas dan frekuensi gangguan semakin jarang terjadi. Hanya saja, kebanyakan penderitanya perempuan. Perbandingan antara perempuan dan lelaki adalah 3 : 2. Hampir 50% penderita mempunyai riwayat famili penderita migren yang diturunkan dan garis ibu.

Jika mempunyai riwayat migren, faktor pencetus rasa sakit biasanya akibat tekanan psikis. Saat dilanda kecemasan, biasanya akan kumat, tapi setelah liburan akhir pekan atau banyak ngumpul dengan sahabat, frekuensi serangannya akan berkurang. Ada pula faktor lain seperti rangsangan sinar, bunyi yang keras, bau yang terlalu menusuk, atau perubahan suhu seperti pada waktu musim hujan. Namun, ada pencetus yang kedengarannya sepele, seperti tiupan angin yang tiba-tiba mengenai kepala.

Migren juga bisa dialami anak-anak, tapi sayangnya, banyak yang belum ditangani secara tepat. Kebanyakan pencetusnya adalah makanan seperti kacang-kacangan, cokelat, minuman ringan, atau daging olahan. Cahaya terang seperti dari televisi, layar komputer, atau sinar Matahari yang menyilaukan bisa memicu migren pada si kecil. Anak-anak penderita migren harus cukup tidur, yaitu delapan jam sehari.

Harus diingat, migren berbeda dengan sakit kepala. “Anak-anak yang mengalami stres akibat beban pelajaran di sekolah biasanya akan menderita sakit kepala,” papar Harry yang sering menerima pasien anak-anak saat musim ujian.

Kosong atau berputar

* Meski pasien banyak yang mengeluh pusing tujuh keliling, di kalangan medis istilah itu sebenarnya tidak dikenal.

Jika yang dirasakan seperti berputar-putar ala komidi putar, gangguan ini disebut vertigo. Penderita merasakan ilusi gerak seperti lingkungannya berputar atau dirinya tertarik menjauhi bidang vertikal. Meski ada juga vertigo terhadap garis lurus atau atas-bawah seperti mengangguk.

Vertigo yang dikeluhkan biasanya disebabkan gangguan sistem keseimbangan (vestibuler). Lokasinya ada di dalam telinga yaitu saraf ke-8 atau pada inti keseimbangan (nukleus vestibularis) dan pada saraf pusat di otak. Namun, penderita bisa mencermati sendiri penyebab gangguannya, apakah didahului perasaan kosong dalam pikiran (pingsan) yang biasanya akibat kekurangan darah yang mengalir ke otak. Atau rasanya berputar, yang umumnya karena gangguan keseimbangan.

Ilusi gerak seperti berputar ini bisa bersifat ringan akibat adaptasi tubuh seperti ketidakserasian ketiga inti saraf (pendengaran, penglihatan, keseimbangan), mabuk perjalanan, atau posisi kepala yang tidak nyaman terus-menerus. Namun, vertigo yang dikeluhkan (dan masuk golongan waspada) umumnya disertai mual, muntah, jalan sempoyongan, atau bola mata bergerak-gerak teratur (nistagmus).

Agak sulit menentukan penyebab vertigo tanpa pemeriksaan yang mendalam dan menyeluruh. Beberapa penyakit seperti neuronitis vestibuler (pada sistem keseimbangan), meniere (penyakit pada rumah siput dalam telinga), tumor, stroke batang otak, kanker, perdarahan di otak kecil, degenerasi spinoserebellar (pada otak kecil), kekurangan hormon tiroid, infeksi, atau keracunan obat, bisa menjadi penyebabnya.

Rasa sakit di kepala memang bisa menjadi gangguan yang sangat serius jika tidak ditangani dengan baik. Namun, akan lebih gawat jika kita membiarkannya tanpa ada upaya mengenali atau mengatasinya.

Catatan Sakit Kepala Yang Berguna

Pengobatan pada sakit kepala, migren, atau vertigo masih mengandalkan penuturan pasien terhadap keluhan yang dideritanya.

Karena itu jika mengalami gangguan yang terus berlanjut, buat catatan tentang rasa sakit untuk disampaikan pada dokter. Catatan itu meliputi:
  • Kapan dan berapa lama biasanya terjadi gangguan dan kapan keluhan mereda.
  • Apa pencetusnya, apakah cuaca, sinar, makanan, obat, atau situasi tertentu.
  • Lokasi sakitnya, apakah di belakang bola mata, di dalam kulit kepala, atau menyebar sampai seluruh kepala hingga leher.
  • Kualitas sakitnya, apakah terasa di bola mata, di dalam rongga tengkorak, atau di permukaan kulit.
  • Hal-hal lain yang dirasakan, seperti rasa kebas di mulut, penglihatan ganda, pendengaran berdenging, mual, muntah, dsb.  (#dari intisari).
(Sumber: http://www.smallcrab.com/kesehatan/72-sakit-kepala-primer-atau-sekunder)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2011-2024 JURUGAN INFO TERBARU 2024 | All Right Reserved | Supported by: MENOREH MEDIA