-->

KUMPULAN KATA MUTIARA BIJAK BAHASA JAWA

Kumpulan Kata Mutiara Bijak Bahasa Jawa, Kata Bijak Bahasa Jawa. Budaya Jawa merupakan warisan leluhur kita yang adhiluhung dan patut kita lestarikan supaya tidak hilang ditelan jaman. Generasi muda sekarang mungkin sudah jarang yang tau tentang kata mutiara jawa yang sangat keren, padahal mengandung makna dan nasehat luhur yang mendalam dalam kehidupan saat ini. 
Berikut ini adalah beberapa kumpulan kata mutiara bijak bahasa Jawa Pupuler yang dapat menjadi referensi.
KUMPULAN KATA MUTIARA BIJAK BAHASA JAWA

KUMPULAN KATA MUTIARA JAWA KUNO sebagai berikut:


Memayu hayuning pribadi; memayu hayuning kulawarga; memayu hayuning sesama; memayu hayuning bawana”. Berbuat baik bagi diri sendiri, keluarga, sesama manusia, makhluk hidup dan seluruh dunia.

 “Adigang, adigung, adiguno “. Jaga kelakuan, jangan somobong dengan kekuatan, kedudukan, ataupun latarbelakangmu.

“Urip kang utama, mateni kang sempurna”. Selama hidup kita melakukan perbuatan baik maka kita akan menemukan kebahagiaan di kehidupan selanjutnya.

Gusti iku cedhak tanpa senggolan, adoh tanpa wangenan”. Tuhan itu dekat meski kita tubuh kita tidak dapat menyentuhnya dan akal kita dapat menjangkaunya.

Mohon, mangesthi, mangastuti, marem”. Selalu meminta petunjuk Tuhan untuk meyelaraskan antara ucapan dan perbuatan agar dapat berguna bagi sesama.

“Aja mbedakake marang sapadha-padha”. Hargai perbedaan, jangan membeda-bedakan sesame manusia.

“Ora kena nglarani”. Jangan melukai orang lain.


“Kawula mung saderma, mobah-mosik kersaning Hyang sukmo”. Lakukan yang kita bisa, setelahnya serahkan kepada Tuhan.

“Tansah ajeg mesu budi lan raga nganggo cara ngurangi mangan lan turu”.
Kurangi makan dan tidur yang berlebihan agar kesehatan kita senantiasa terjaga

“Ambeg utomo, andhap asor”. Selalu menjadi yang utama tapi selalu rendah hati

Rela lan legawa lair trusing batin”. Ikhlas lahir batin
 
Manungsa mung ngunduh wohing pakarti”. Kehidupan manusia baik dan buruk adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri.

“Narimo ing pandum”. Menerima segala rintangan dengan ikhlas

Ala lan becik iku gegandhengan, Kabeh kuwi saka kersaning Pangeran”. Kebaikan dan kejahatan ada bersama-sama, itu semua adalah kehendak Tuhan.

Natas, nitis, netes”. Dari Tuhan kita ada, bersama Tuhan kita hidup, dan bersatu dengan Tuhan kita kembali.

Alam iki sejatining Guru”. Alam merupakan guru yang sejati.

“Golek sampurnaning urip lahir batin lan golek kusumpurnaning pati”. Kita bertanggung jawab untuk mencari kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat.

Itulah Beberapa Kumpulan Kata Mutiara Bahasa Jawa, Kata Bijak Bahasa Jawa, silahkan Anda tambahkan sendiri... 

Kisah Motivasi : Makna Air Mata Ibu

Kisah Motivasi : Makna Air Mata IbuSeorang anak tidak mengerti mengapa ibunya menangis. Baginya air mata seorang ibu boleh ditafsirkan bermacam-macam. Ibu menangis kerana gembira, ibu menangis kerana sedih. Pendek kata, tidak kira sama ada situasi itu gembira atau duka, ibu pasti menangis. Inilah yang sering menjadi persoalan kepada anak; mengapa ibu menangis? Namun bagi ibu pula, jawabannya mudah. Ibu menangis sebab ibu wanita. Jawapan yang mengundang tanda tanya, membuatkan anak tidak mengerti walaupun ibunya menjawab dengan senyuman malah memeluknya dengan erat sekali. 


Persoalan sama ditanyakan juga kepada ayah: mengapa ibu menangis? Jawapan ayah lebih memeningkan kepala anak. “Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan…” Hanya itu jawaban yang dapat diberikan oleh ayahnya. Lama kemudian, si anak menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Sesungguhnya Allah ada sebab mengapa wanita mudah sekali menangis. Saat Allah menciptakan wanita, Dia membuatnya menjadi sangat penting. Allah ciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya. Walaupun, bahu itu cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tidur. Allah berikan wanita kekuatan untuk melahirkan zuriat daripada rahimnya. Dan sering kali pula menerima cerca daripada anaknya sendiri… Allah berikan ketabahan yang membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah di saat semua orang berputus asa. Wanita diberikan Allah dengan kesabaran, untuk merawat keluarganya walau letih, sakit, lelah dan tanpa berkeluh-kesah. Allah berikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya, dalam situasi apa pun. Biarpun anak-anaknya kerap melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini memberikan kehangatan kepada anak-anaknya yang ingin tidur. Sentuhan lembut ibu memberi keselesaan dan ketenangan. Allah juga berikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa kegetiran dan menjadi pelindung baginya. Bukankah tulang rusuk suami yang melindungi setiap hati dan jantung wanita? Allah kurniakan kepadanya kebijaksanaan untuk membolehkan wanita menilai tentang peranan kepada suaminya. Sering kali pula kebijaksanaan itu menguji kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap saling melengkapi dan menyayangi. Dan akhirnya, Allah berikannya air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Allah berikan kepada wanita, agar dapat digunakan bila-bila sahaja dia inginkan. Usah rasa bersalah jika perlu menangis. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air mata!.

Bersyukur (Give Thanks)

Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan. Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan?

Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu. Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit. Di masa itulah kamu tumbuh...

Bersyukurlah untuk keterbatasanmu. Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru. Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat. Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga.

Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih. Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan.

Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal baik...

Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut...

Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif ...

Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkat bagimu.....

Belajar Dari Bambu

Ini adalah pesan yang sangat indah dan layak untuk disampaikan kepada semua orang. Saya setuju dengan semua yang dikatakan di sini,layak disimpan untuk inspirasi dan untuk menjaga kita semua.

Suatu hari aku memutuskan untuk berhenti. Berhenti dari pekerjaan saya, hubungan saya dengan yang lain, spiritualitas saya. Saya ingin berhenti dari hidup saya. Aku pergi ke hutan untuk bicara terakhir kali dengan Tuhan. "Tuhan", kataku. "Bisakah Engkau memberi saya satu alasan untuk tidak berhenti? "

Jawaban yang mengejutkanku ...
"Lihatlah di sekitar", Katanya.
"Apakah kamu melihat pakis dan bambu?"
"Ya", saya menjawab.

"Ketika Aku menanam pakis dan benih bambu, Aku merawatnya dengan sangat baik. Aku memberi mereka cahaya. Aku memberi mereka air. Pakis cepat tumbuh dari bumi. Warna hijaunya yang menawan menutupi permukaan. Namun, tidak ada yang terjadi dari benih bambu.

Tapi aku tidak berhenti merawatnya. Pada tahun kedua, pakis tumbuh lebih bersemangat dan berlimpah. Dan lagi, tidak ada yang terjadi dari benih bambu. Tapi aku tidak berhenti merawatnya. "Kata Dia.

"Pada tahun ketiga masih tidak ada apa-apa dari benih bambu. Tapi aku tidak akan berhenti. Pada tahun keempat, sekali lagi, tidak ada yg terjadi dari benih bambu. Aku tidak akan berhenti. "Kata Dia.

"Lalu pada tahun kelima sebuah tunas kecil muncul dari bumi. Dibandingkan dengan pakis, itu kelihatan begitu kecil dan tidak berarti. Namun hanya dalam 6 bulan kemudian bambu naik menjadi lebih dari 100 meter. Ini telah menghabiskan lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya. Bambu membuat akar yang kuat dan memberi apa yang diperlukan untuk bertahan hidup. Aku tidak akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak bisa ditanganinya." KataNya kepada saya.

"Apakah Anda tahu, anakKu, bahwa selama ini Anda telah berjuang, Anda benar-benar telah tumbuh akar?"

"Aku tidak akan berhenti merawatnya. Aku tak akan menyerah pada Anda. "

"Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain." Kata Dia.

"Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis.
Tapi keduanya menjadikan hutan ini indah. "
"Waktu mu akan tiba", Tuhan mengatakan itu kepadaku.

"Engkau akan tumbuh sangat tinggi"

"Seberapa tinggi aku harus bertumbuh?" Tanyaku.
"Sampai seberapa tinggi bambu naik?" Dia balik bertanya.
"Setinggi yang bisa dia capai ?" jawab saya dengan nada bertanya
"Ya." Dia berkata, "Berilah Aku kemuliaan dengan naik setinggi yang Anda bisa."

Saya pergi meninggalkan hutan itu dan membawa kembali kisah ini. Saya harap kata-kata ini dapat membantu Anda melihat bahwa Tuhan tidak akan pernah menyerah pada Anda. Dia tidak akan pernah menyerah pada Anda.

------------------

Jangan pernah menyesali hari-hari dalam hidup Anda.
Hari-hari baik memberikan kebahagiaan; hari buruk memberikan
pengalaman, keduanya penting untuk kehidupan

AVE MARIA !!!! 

RAHASIA KESUKSESAN ORANG TIONGHA



Orang Tionghoa atau Cina sudah dikenal memiliki beberapa kehebatan dalam bidang ilmu pengetahuan dibidang kesehatan maupun ekonomi sejak jaman nenek moyang kita. Apa saja rahasia mereka, berikut ini 8 Rahasia kesuksesan orang Tionghoa dalam bekerja maupun berusaha:

1. Yan Bi Xin, Xing Bi Guo.

Pegang janji dengan teguh & menuntaskannya sampai akhir. Salah satu hal paling ampuh digunakan untuk menilai kualitas seseorang adalah seberapa teguh ia memegang kata²nya.

2. Cha Ruo Hao Li, Miu Yi Qian Li.

Kesalahan kecil adalah awal mula dari masalah besar. Berbuat salah adalah manusiawi. Tatapi jangan hanya duduk bertopang dagu tanpa melakukan usaha unutk memperbaikinya.

3. Xink Bi Guo. Bekerja sampai tuntas. 
 
Mereka percaya bahwa bekerja & menghasilkan suatu karya adalah salah satu cara untuk membuktikan kepada dunia tentang keberadaan diri Anda.

4. Huo Yao Kong Xin, Ren Yao Xu Xin. 
 
Bersikap rendah hati agar selalu bisa memperbaiki diri sendiri. Meniti karir dari posisi plg rendah bukanlah masalah bagi mereka.

5. Fu Shui Nan Shou.

Jangan hidup di masa lalu. Mereka percaya bahwa kagagalan atau keberhasilan di masa lalu adalah bahan pertimbangan yg berharga baginya untuk melangkah di masa depan.

6. Gua Yang Tou, Mai Gou Rou.
Jika ingin orang lain melakukan apa yang Anda minta, berikan contoh yang sesuai.

7. Zhong Yan Ni Er.

Jangan biarkan kritik mematahkan semangat Anda. Semakin tinggi pohon semakin kencang pula angin yg menerpanya.

8. Xuan Liang Ci Gu.

Jangan sampai kegagalan menghentikan Anda untuk maju. Mereka selalu beranggapan bahwa setiap rintangan yg ditemui dalam kehidupan ini akan membawa dirinya kepada kondisi yg lebih baik. (Milis APIK)

4 Ajaran Cinta Mahatma Gandhi


Belajar memperbaiki hubungan Anda dan pasangan memang tidak ada habisnya. Tak ada salahnya kita belajar dari ajaran politisi dan pemimpin spiritual seperti Mahatma Gandhi.
Inilah empat ajaran Mahatma Gandhi tentang cinta yang mungkin bisa memperbaiki kualitas hubungan Anda.

1. “Mata ganti mata membuat seluruh dunia buta”

Mungkin perselingkuhan merusak hubungan Anda. Daripada berusaha untuk membalas luka ini dengan membuat tujuan untuk menimbulkan rasa sakit yang sama kepada orang lain, lebih baik pikirkan bagaimana Anda dapat berlaku baik dalam suatu hubungan kemudian dipraktekan dengan pasangan yang baru. Jika Anda tetap ingin balas dendam, ini akan menimbulkan kehancuran yang sama dalam hubungan Anda berikutnya.

2. “Kebebasan tidak berharga jika termasuk kebebasan untuk melakukan kesalahan”

Hubungan terbaik adalah ketika seseorang “bebas” untuk menjadi yang terbaik, bukan bebas membuat kesalahan. Kutipan Gandhi tentang kebebasan mengingatkan kita untuk memaafkan ketidaksempurnaan ini. Jika Anda pernah gagal sebelumnya atau melakukan kesalahan, jadikan itu masa lalu. Memaafkan diri sendiri dan beralih ke hubungan yang lebih bahagia pantas Anda cari dan dapatkan.


3. “Yang lemah tidak pernah bisa memaafkan. Memaafkan adalah atribut yang kuat”
Itu karena hanya orang yang berjiwa besarlah yang bisa memaafkan.

4. “Cara terbaik untuk menemukan diri Anda adalah kehilangan diri Anda dalam melayani orang lain”
Ini adalah hukum karma klasik. Jika Anda menginginkan sesuatu, bantulah orang lain untuk mendapatkannya dahulu.
Demikian juga dengan hubungan. Jika Anda merasa hubungan terasa kurang menyenangkan, maka reaksi alami yang muncul adalah menyalahkan pasangan Anda karena gagal untuk menjadi ini atau melakukan itu. Sebaliknya, coba identifikasi cara yang bisa membuat Anda dan pasangan merasa bahagia atau lebih dihargai. Kemungkinan besar Anda akan mendapatkan keuntungan dari tindakan-tindakan kecil itu. (tam) (www.sehatnews.com)

Pelajaran Berharga dari Bocah Penjual Koran

Pagi itu seperti biasa saya berangkat pagi setelah subuh dari rumah, ke tempat penyimpanan motor di bilangan cawang, uki, walau sering terlambat, kali ini saya datang labih awal ketempat menunggu bis antar jemput yang membawa saya ke kantor, saya menyukai naik bus jemputan karena lelah berkendara dari Depok ke Cikarang. Tidak tahan kemacetan ibu kota.


Seperti biasa saya duduk bersama rekan-rekan sambil menunggu jemputan. Tetapi karena saya datang lebih awal, munculah seorang bocah lelaki yang seperti biasa menawarkan koran kepada semua penduduk shelter.
”Koran, koran, Kompas, Media, Tempo, Republika, Warta kota!” begitu teriak bocah laki-laki tersebut menawarkan koran kepada kami. “Koran, Bang!” Dia menawari ku untuk membeli koran. Tangan mungilnya dengan cekatan memilih koran yang kuminta diantara tumpukan koran dagangannya.

”Ini Bang, korannya.” Dia memberi koran yang aku minta kepadanya. “Nih ada kembaliannya enggak?” kataku sambil menyodorkan uang Rp 50.000 kepadanya. “Beres Bang, pasti ada.” segera dikeluarkan kembaliannya dari tas gembloknya yang kotor. “Wah pagi-pagi uangnya udah banyak ya,” kataku kepada bocah tersebut.

“Allhamdulilah Bang, rezeki saya lagi lancar” katanya sambil tersenyum senang. Dan setelah itu diapun berlalu menawarkan Koran kepada para penghuni shelter lainnya. Saat ini pukul 05.20, masih terlalu lama jemputanku datang, maka saya menyempatkan membaca koran yang tadi saya beli pada bocah tukang koran tersebut.

Tanpa sadar saya memperhatikan betapa gigih seorang bocah tukang koran tersbut mencari uang, dengan menawarkan daganganya kepada semua orang yang datang dan pergi silih beranti. Sepintas tampak keringat membasahi wajahnya yang tegar dalam usia beliaya harus berjuang memperoleh uang secara halal dan sebagai pekerja keras.

”Koran, Mbak, ada tabloid, ada berita selebritisnya nih Mbak, atau ini, ada kabar artis bercerai,” katanya bagai seorang marketing ulung tanpa menyerah dia menawarkan koran kepada seorang wanita setengah baya yang pada akhirnya menyerah dan membeli satu tabloid yang disebut sang bocah tersebut.

Sambil memperhatikan terbersit rasa kagum dan rasa haru kepada bocah tersebut, dan memperhatikan betapa gigihnya dia berusaha, hanya tampak senyum ceria yang membuat semua orang yang ditawarinya tidak marah. Tidak terdapat sedikit pun rasa putus asa dalam dirinya, walaupun terkadang orang yang ditawarinya tidak membeli korannya. Sesaat mungkin bocah tersebut lelah menawarkan korannya, dan dia terduduk disampingku, “Kamu enggak sekolah, Dik?” tanyaku kepadanya. “Enggak, Bang, saya tidak ingin sekolah tinggi-tinggi,” katanya.

“Enggak ada biaya, Dik?" tanyaku menyelidik. “Bukan Bang, walau saya tukang koran, saya punya cita-cita.” jawabnya. “Maksudnya, kan dengan sekolah kamu bisa mewujudkan cita-cita kamu dengan lebih mudah,” kataku menjawab.

“Aku sering baca koran, Bang, banyak orang yang telah sekolah tinggi bahkan sarjana tidak bekerja alias nganggur. Mending saya walau sekolah tidak tinggi saya punya penghasilan, Bang,” katanya berusaha menjelaskan kepadaku.

“Abangku tidak sekolah bisa buka agen koran. Penghasilan sebulannya bisa 3-4 juta, Bang. Saya baca di koran, gaji pegawai honorer cuma 700 ribu, jadi buat apa saya sekolah, Bang,” tanyanya kepadaku.

Saya mengerutkan kening, tertanda saya tekejut dengan jawaban bocah kecil tersebut pemikiran yang tajam, dan sebuah keritik yang dalam buat saya yang seorang sarjana. Dalam hati saya membenarkan perkataan anak tersebut, UMR kota bekasi saja sekitar 900 ribu untuk golongan SMU. Saya pun tersenyum mendengar jawaban anak tersebut.

Kemudian bus jemputan saya pun tiba dan saya meninggalkan bocah tersebut tanpa bisa menjawab pertanyaanya, apa tujuan kita sekolah, menjadi sarjana. Karena banyak sarjana sekarang yang begitu lepas kerja mengaggur, tidak punya penghasilan, dan banyak juga karena belum bisa bekerja yang melanjutkan S2 dengan alasan ingin mengisi waktu luang dan menambah nilai jual dirinya. Tapi pernyataan bocah penjual koran tersebut menyadarkan saya tentang rejeki dan tujuan dari bersekolah, yang saat ini saya mungkin kalah dengan bocah kecil tersebut, walau saya seorang yang mempunyai penghasilan dan mempunyai suatu jabatan saya hanyalah manusia gajian, saya hanya seorang buruh.

Beda dengan bocah kecil tersebut, dalam usia belia dia sudah bisa menjadi majikan untuk dirinya sendiri. Sungguh hebat pemikiran lugu bocah penjual koran tersebut. pembalajaran yang menarik dari seorang bocah kecil yang setiap hari kutemui. Rezeki Tuhan sungguh tidak terbatas, tinggal kemauan kita untuk dapat berusaha menggapainya. Pelajaran dapat di peroleh tidak hanya di pendidikan formal, Dan dunia pun banyak memberi pelajaran untuk kita.(maskolis.blogspot.com)

Kisah Pohon Apel

Memahami cinta kasih seorang Ibu melalui sebuah cerita sederhana
 


Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.


Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.

Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.


Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.

Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”

Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang……… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.”

Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.


Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.

Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel.


Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu.

Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?” Pohon apel itupun menjawab, “Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu."


Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.


Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.

Ayo bermain-main lagi denganku,” kata pohon apel. “Aku sedih,” kata anak lelaki itu. “Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?


Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.” Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.


Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. “Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.” Kemudian anak laki-laki itu menjawab, “Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu.”


Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon apel. “Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu. “Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata. “Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki. “Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.” “Oooh, bagus sekali.


"Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak sahabat dan rekan. Dan yang lebih penting lagi adalah cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita. (pempeknyonya.com)
© Copyright Since 2011 JURUGAN INFO TERBARU 2026 | All Right Reserved | Supported by: MENOREH MEDIA