Headlines News :
Home » » CARA BUDIDAYA AYAM

CARA BUDIDAYA AYAM

Untuk dapat terus bertahan di bidang usaha ternak ayam broiler, harus tahu faktor-faktor apa saja yang merupakan penentu keberhasilan usaha ternak tersebut
  • Kandang

  • Peralatan Kandang

  • Anak Ayam DOC

  • Pakan Ternak

  • Obat-obatan

  • Manajemen Pemeliharaan

  • Pemasaran

  • Pemasaran
          Akhir dari masa pemeliharaan ayam broiler akan bermuara pada pemasaran, sehingga tahap pemasaran ini tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan suatu usaha. Akan sia - sia kerja yang baik apabila penanganan pemasaran broilernya dilakukan kurang rapi dan terencana karena dapat mengurangi perolehan peternak. Pemasaran yang baik adalah yang tepat waktu, memakan waktu yang sesingkat - singkatnya dan dengan harga jual yang relatif tinggi. Akan tetapi harga jual di sini tentu saja mengikuti pasaran yang berlaku. Oleh sebab itu, faktor ketepatan waktu dan lamanya proses pengangkatan ayam dari kandang sangat penting diperhatikan. Pemasaran yang terlambat, walau hanya satu - dua hari, akan memperbesar biaya produksi terutama untuk pakan. Sedang proses pengangkutan ayam dari kandang yang berlarut - larut akan menimbulkan stres pada ayam sehingga akhirnya akan meningkatkan angka kematian, yang tentu saja menjadi beban peternak.


    Banyak dari peternak ayam broiler komersial mengalami kendala yang diakibatkan karena kurang matangnya mempersiapkan pemasaran yang segala sesuatunya berhubungan dengan aktivitas panen baik sebelum panen, pada saat ayam dipanen maupun pascapanen ayam broiler komersial.

    Tips berikut dapat dijadikan patokan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang sering terjadi pada masa-masa tersebut sehingga aktivitas pemanenen dapat berjalan lancar.


    Aktivitas Sebelum Panen
    Buatlah jadwal kandang yang akan dipanen sesuai dengan ukuran berat ayam dan letak kandang. Hal ini merupakan langkah awal matangnya persiapan sebelum ayam dipanen. Jangan lupa juga untuk mempersiapkan tim tangkap sesuai dengan kebutuhan.

    Persiapkan peralatan panen seperti timbangan, alat tulis, surat jalan, nota timbangan, tali rafia, keranjang ayam, dan lampu senter. Kemudian buatlah laporan stok ayam dan mengambil sampel dahulu untuk ditimbang, sehingga saat dipanen akan sesuai dengan ukuran yang telah dilaporkan.

    Jangan memberi pakan secara penuh pada ayam yang akan dipanen, agar sisa pakan dalam tempat pakan tidak banyak. Pemberian vitamin pada ayam yang akan dipanen diperbolehkan namun jangan memberikan antibiotik.

    Kondisi ayam yang dipanen harus bebas dari antibiotik minimum 5-14 hari sebelum panen, tergantung dari jenis antibiotik yang dipakai. Sedangkan pemberian antibiotik hanya akan memacu kerja organ tubuh menjadi berat sehingga ayam tidak akan tahan terhadap stres fisik yang berat.


    Yang Harus Diperhatikan Saat Memanen
    Agar suasana kerja saat memanen ayam menjadi nyaman, gantung tempat pakan dan minum sehingga tidak banyak pakan dan air minum yang tumpah saat ayam dipanen, terutama saat proses penyekatan ayam.

    Pada proses penyekatan ayam lakukanlah secara bertahap agar ayam yang dipanen tidak lumpuh karena lemas. Hal ini sangat perlu dilakukan karena dapat berakibat ayam mati menumpuk (over lapping)

    Jangan menangkap ayam secara kasar karena bisa menyebabkan memar, tulang sayap dan kaki patah bahkan bisa menyebabkan ayam mati karena stres. Habiskan ayam dalam satu seketan, jangan pergunakan sistem tangkap pilih untuk menangkap ayam saat memanen.

    Gunakanlah timbangan untuk menimbang ayam dan pekerjakan orang yang sudah terlatih dalam menimbang ayam. Sebelum melakukan penimbangan sebaiknya timbangan ditera terlebih dahulu untuk mencegah terjadinya kesalahan sehingga dapat merugikan peternak sendiri.

    Penimbangan pada waktu matahari terik yakni sekitar jam 12-2 siang akan menyebabkan tingkat stres ayam memuncak sehingga banyak ayam yang lemas bahkan mati, karena itulah sebaiknya hindari hal tersebut.

    Pada saat memasukkan ayam yang akan ditimbang ke dalam keranjang lakukan secara cermat dan tidak kasar, hal ini untuk mengurangi resiko banyaknya ayam yang diapkir akibat sayap atau kaki yang patah sehingga peternak tidak rugi.

    Catatlah semua hal dari awal seperti jumlah ayam yang ditangkap dan akan ditimbang juga catatlah hasil penimbangan sehingga data yang dihasilkan akan akurat. Lakukan cek ulang setelah penangkapan selesai juga terhadap hasil data timbangan yang telah didapatkan.

    Karena jika satu timbangan saja terlewatkan karena faktor kelalaian, kerugian yang diderita peternak setara dengan 8-15 ekor ayam. Maka dari itu, konsentrasi yang tinggi saat menjalankan aktivitas pemanenan perlu diperhatikan.

    Setelah semua data benar dan sesuai dengan surat jalan penangkapan, barulah kendaraan pengangkut ayam boleh diizinkan keluar meninggalkan lokasi.


    Kegiatan Pascapanen

    Pada saat pascapanen kesalahan yang sering dilakukan oleh para peternak ayam broiler komersial adalah tidak mengumpulkan semua peralatan kandang dan sesegera mungkin membersihkannya.

    Selain hal tersebut aktivitas pascapanen yang dilakukan adalah menimbang pakan yang tersisa dan mencatatnya serta menghitung total ayam dan total berat ayam yang dijual, serta melakukan evaluasi perhitungan prestasi produksi ayam.

    Buatlah laporan mengenai data hasil panen dengan hati-hati agar tidak terjadi kesalahan pada pencatatan data akhir. Hal ini berpengaruh terhadap penentuan kebijakan karena laporan yang up to date dan akurat dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecuranngan selama satu siklus pemeliharaan
    .

    Memilih Ayam Siap Panen
    Dibawah ini adalah beberapa ciri ayam broiler komersial berkualitas yang siap dipanen :

    1. Ayam dalam kondisi aktif, lincah, mata dan muka cerah (tidak mengantuk) serta bebas dari penyakit.
    2. Berat badan sesuai dengan umur (standar) dan seragam.
    3. Nafsu makan dan minum baik.
    4. Bulu cerah berminyak, tidak kusam dan tidak berdiri.
    5. Bentuk tubuh ayam normal dan proposional, berdiri tegak dengan kaki yang kokoh, serta tidak ada luka ditubuhnya.
    6. Sayap tidak jatuh dan posisi kepala terangkat dengan baik.
    7. Tidak terdengar gejala napas bersuara (ngorok) atau batuk.
    8. Anus bersih dan tidak ada kotoran.
    Dengan memperhatikan dan mengikti semua aktivitas diatas niscaya proses pemanenan hingga pemasaran ternak broiler dapat memberikan hasi yang lebih baik. 
    Share this article :

    TEMPAT WISATA DI KULON PROGO JOGJA

    65 TEMPAT WISATA DI KULON PROGO 2018

    6 5 Daftar Tempat Wisata Ter baru di Kulon Progo Yogyakarta . Siapa yang tidak kenal Kabupaten Kulon Progo? Adanya rencana pembangunan ...


    PAKET WISATA JOGJA MURAH
     


    Copyright © 2011 - 2018. JURUGAN INFO - All Rights Reserved
    Supported by : MENOREH MEDIA